MANUFACTURING DATA FOUNDATION
Satu platform untuk membaca mesin, menjaga jejak data, dan membuktikan hasil produksi.
Traceability Data Platform menyatukan komunikasi PLC, konfigurasi mesin, raw event, data produksi, monitoring, dan audit ke dalam satu fondasi yang dapat berkembang untuk banyak mesin.
Dari shop floor menuju informasi yang dapat dipercaya
Panah menunjukkan perjalanan data dari perangkat hingga pengguna.
WHY THIS PLATFORM
Traceability bukan hanya menyimpan angka. Sistem harus menjaga konteks, urutan, dan bukti.
Tanpa fondasi bersama, setiap mesin berkembang menjadi aplikasi, format data, dan cara recovery yang berbeda.
Data terpisah per mesin
- Alamat register dan parser tertanam di aplikasi.
- Status koneksi sulit dibandingkan antar-mesin.
- Perubahan mapping tidak memiliki revision trail.
- Data gagal proses berisiko hilang atau sulit ditelusuri.
Kontrak bersama, mesin tetap fleksibel
- Konfigurasi endpoint dan variable bersifat data-driven.
- Raw event menjadi bukti sebelum transformasi.
- Runtime, alarm, audit, dan revision terhubung ke Machine ID.
- UI web dan Control Panel membaca sumber data yang sama.
Mendukung Mitsubishi MC Protocol dan Modbus TCP pada role yang disetujui.
Menyimpan raw payload, decoded value, revision, quality, dan timestamp UTC.
Menyediakan monitoring, konfigurasi, simulator, backup, dan alarm dalam satu suite.
Menambah mesin baru tanpa membuat driver baru selama protokolnya didukung.
TARGET ARCHITECTURE
Layer dipisahkan agar komunikasi, bisnis, database, dan UI dapat berkembang tanpa saling mengunci.
Backend tetap menjadi operational core; web adalah static monitoring surface, sementara WPF memegang workflow engineering.
Machine, endpoint, variables, revision, raw event, alarm, processing, index.
Aturan mode, range, overlap, tipe data, trigger, serta read-block compilation.
EF Core, migration, seed, password hash, dan protected connection string.
Lifecycle session, read, decode, detect change, persist, publish, dan project.
MACHINE CONNECTIVITY
Tiga mode operasi, satu kontrak register yang konsisten.
Setiap mesin saat ini memiliki tepat satu primary endpoint dan satu numeric EventTrigger.
PC Client · PLC Server
Runtime membaca Mitsubishi device D menggunakan SLMP 3E Binary TCP.
- Batch word read
- Persistent client session
- Simulator-compatible
PC Master · PLC Slave
Runtime membaca Holding Register melalui FC03 dan menulis melalui FC16.
- Unit ID configurable
- Multi-machine sessions
- Zero-based addressing
PC Slave · External Master
Platform menyediakan virtual register bank dan menerima write dari master eksternal.
- Maksimum 10 clients
- Atomic write observation
- Event trigger evaluation
Register mentah menjadi variable engineering
D1000UInt16 · 1 wordEVENT TRIGGER56D1002Float32 · 2 wordsMEASUREMENT18.2 NmD1010ASCII · 10 wordsIDENTITYEN-006-E2ED1020ASCII · 10 wordsIDENTITYFR-006-E2ECONTROLLED CONFIGURATION
Perubahan mesin harus bisa diperiksa, dipublish, dibuktikan, dan dikembalikan.
Published revision menjadi kontrak aktif antara database, runtime, raw event, dan operator.
Identity, endpoint, role, range, dan variable mapping disusun bersama.
Mode, port, range, overlap, data type, scale, dan trigger diperiksa.
Snapshot diberi checksum, revision number, timestamp, dan audit trail.
Session aktif diganti dengan konfigurasi published terbaru.
Revision aktif ikut dicatat pada raw event dan output produksi.
Konfigurasi invalid berhenti sebelum runtime
- COMM_MODE_UNSUPPORTEDMC Protocol hanya mendukung PC sebagai client.
- SERVER_BIND_CONFLICTListener tidak boleh berbagi bind address dan port yang konflik.
- VAR_OUTSIDE_RANGESemua variable harus berada di dalam endpoint range.
- VAR_RANGE_OVERLAPDua variable tidak boleh memakai word yang sama.
- EVENT_TRIGGER_COUNTTepat satu numeric trigger wajib tersedia.
- Status
- PUBLISHED
- Machine
- MC-NUTRUNNER-RA-01
- Checksum
- 9F2A…73D1
- Runtime
- ACTIVE
Rollback tidak menimpa histori. Sistem membuat Draft baru dari snapshot lama.
TRACEABILITY PIPELINE
Satu perubahan event register menghasilkan satu jejak lengkap dari word PLC sampai record produksi.
First read menjadi baseline. Event baru dibuat saat nilai trigger berubah.
Runtime membaca blok register terkompilasi untuk menghindari range kosong berlebihan.
Byte order, word order, type, ASCII, scale, dan offset diterapkan.
Nilai dibandingkan dengan baseline/state terakhir untuk menentukan event.
Raw blocks dan decoded payload disimpan bersama revision dan timestamp UTC.
Processor memvalidasi payload, menulis tabel tujuan, lalu membuat lineage index.
SignalR memperbarui dashboard; polling fallback menjaga recovery UI.
{
"blocks": [{
"start": 1000,
"words": [56, 1, 52429, 16785]
}]
}{
"counter": 56,
"judgement_code": 1,
"torque_value": 18.2,
"frame_no": "FR-006-E2E"
}Configuration Revision 3 · Processor 1.0.0 · Judgement OK
VERTICAL SLICE · REAR AXLE
Machine 06 membuktikan pipeline generik dapat menghasilkan tabel produksi yang spesifik.
Profile NutrunnerRearAxleV1 mengubah tujuh variable terpetakan menjadi satu record tightening yang dapat dilacak kembali ke raw event.
- Engine number
- EN-006-E2E
- Frame number
- FR-006-E2E
- Judgement
- OK
- Torque
- 18.2 Nm
- Angle
- 90°
- Counter
- 56
Raw event sudah terdaftar untuk diproses.
Payload divalidasi dan transaksi produksi berjalan.
Output dan lineage index berhasil commit.
Gangguan sementara menggunakan exponential backoff.
Payload invalid disimpan untuk investigasi dan retry manual.
OPERATIONAL SURFACES
Tiga aplikasi, tiga tanggung jawab yang sengaja dipisahkan.
Monitoring dibuat ringan; konfigurasi dan commissioning tetap berada di tool engineering.
Production Monitoring
Dashboard, machine status, event history, lane history, dan Machine 06 output.
- Static export di-host ASP.NET Core
- SignalR live + polling fallback
- Browser timezone presentation
Engineering Control Panel
Machine management, communication, live read/write, alarm, database, dan service control.
- Password-gated modifying actions
- Machine-specific context
- Draft / validate / publish workflow
PLC Simulation Studio
Multi-instance virtual PLC untuk SLMP dan Modbus, mapping-aware event generation.
- Real TCP integration tests
- Export Control Panel configuration
- Engineering-only companion tool
PRODUCTION TOPOLOGY
Satu industrial PC menjalankan service, database access, engineering panel, dan static monitoring.
Paket portable memisahkan backend, Control Panel, simulator, konfigurasi, log, export, dan baseline database.
ts_*
Machines, endpoints, variables, raw events, runtime state, alarms, revisions, audit, processing, dan lineage index.
machine_*
Tabel output spesifik mesin dipertahankan agar compatible dengan data dan reporting existing.
Backup + Verify
Logical SQL backup disimpan di managed directory dengan sidecar checksum sebelum migration.
HONEST READINESS
Core integration berjalan. Production approval tetap menunggu bukti hardware, recovery, dan endurance.
Status dibedakan antara sudah terimplementasi, terverifikasi otomatis, dan membutuhkan UAT lapangan.
READINESS
Integration build yang kuat, belum final production release.
Software sudah memiliki vertical slice nyata, test suite, simulator, database migration, dan portable packaging. Nilai akhir ditentukan oleh kondisi production aktual.
- 34 automated tests lulus
- SLMP dan Modbus real TCP simulator
- MySQL processing proof Machine 06
- Static web production build
- SQL backup + checksum + restore drill
- Per-request protocol timeout
- Crash recovery untuk status Processing
- Runtime reload konsisten
- Schema fingerprint 1.1 verification
- Production security default
- Official Q03E address map
- Actual PLC packet/UAT
- Windows Service reboot test
- Database outage dan disk-full test
- 72-hour soak dan sign-off
PATH TO PRODUCTION
Urutan berikut menutup risiko terbesar tanpa mengganggu vertical slice yang sudah berjalan.
Setiap fase memiliki exit gate yang dapat dibuktikan, bukan hanya checklist implementasi.
Timeout, lease, dan reload
Terapkan deadline request, recovery row Processing, serta hot reload untuk client dan server session.
Production-safe defaults
Aktifkan password enforcement, rapikan migration policy, audit action reason, dan backup workflow.
Lock official contracts
Masukkan IP, address map, byte/word order, engineering limit, dan trigger policy yang disetujui.
Prove recovery behavior
Jalankan cable loss, PLC restart, DB outage, disk full, 10/11 client, reboot, dan 72-hour soak.
Acceptance and ownership
Reconcile event count, finalkan runbook, rollback plan, training, dan persetujuan PIC terkait.
Input production sebelum controlled enable
DEFINITION OF DONE
Production-ready berarti data tetap dapat dipercaya ketika sistem tidak berada pada kondisi ideal.
Release selesai setelah software, mesin, database, operasi, dan ownership diuji sebagai satu sistem.
Semua mesin menghasilkan event dan output sesuai mapping serta trigger yang disetujui.
Setiap production row dapat ditelusuri ke raw event dan configuration revision.
Gangguan PLC, network, database, service, dan disk memiliki behavior serta prosedur recovery.
Operator dan engineer memahami status, alarm, backup, restart, dan escalation path.
Latency, event count, duplicate, failure, reconnect, dan storage dapat direkonsiliasi.
PIC Production, PLC, IT/Database, dan Software menyetujui hasil UAT dan rollback plan.